motivasi menjahit


Mengapa saya tertarik untuk belajar menjahit?

Karena saya merasa kurang memiliki keterampilan yang bisa menjadi bekal untuk bertahan hidup. Saat ini, saya tidak bekerja dan mengandalkan nafkah dari suami, meskipun saya juga berdagang kecil-kecilan. Menjadi ibu rumah tangga yang tidak berkarir bukanlah suatu masalah. Masalahnya adalah jika ibu rumah tangga berhenti belajar dan berkembang.

Saya sadar, sebagai seorang wanita, penting bagi saya untuk memiliki keterampilan yang bernilai. Keterampilan ini tidak hanya akan bermanfaat untuk diri saya sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan orang lain di sekitar saya. Suami saya, di sisi lain, adalah orang yang pintar, serba bisa, dan memiliki banyak keahlian. Jika suatu hari saya tidak ada, saya tahu dia bisa bertahan hidup. Namun, saya ingin mempersiapkan diri saya agar lebih mandiri dan tidak selalu bergantung padanya.

Jujur saja, keahlian saya saat ini sangat terbatas. Saya tidak mahir memasak, bahkan mengendarai motor pun hanya bisa sekadarnya. Dalam percakapan kami, suami saya mengusulkan agar saya mencoba belajar menjahit. Katanya, menjahit adalah pekerjaan yang cocok untuk saya. Selain minim risiko, pekerjaan ini juga memungkinkan saya tetap berada di rumah dan tidak membuang-buang bahan masakan seperti saat mencoba memasak, hahaha.

Kenapa tidak jadi guru saja?

Saya sadar untuk menjadi guru yang profesional begitu saya tidak mampu. Sudah punya pengalaman mengajar juga sebelumnya. Sampai saat ini saya lebih nyaman mengajar anak-anak saya sendiri dulu atau mengajar yang santai saja.

Intinya, saya mau punya keahlian khusus selain mengajar. Misal saya pandai menjahit, mungkin nanti saya juga bisa tetap mengajar bukan? ya, mengajarkan orang lain untuk bisa menjahit ! Gimana caranya saya mengajar orang lain kalau saya tidak belajar dulu.

Kebetulan saya memiliki tante seorang penjahit. Beliau kini sudah tiada. Suami tante saya ini menjual mesin jahit portable milik almh tante saya ini kepada saya dan suami untuk menambah kebutuhan hidupnya. Akhirnya, kami punya juga mesin jahit.

Sayangnya, sejak saat itu sampai sekarang saya mengetik tulisan ini saya belum pernah mencoba mesin portable itu kecuali suami saya. Astagfirullaahh. Rasanya berat sekali untuk memulai. Kemarin itu saya iseng cari-cari lowongan kerja, yang kerjaannya bisa WFH namun dengan gaji yang lumayan tentunya. Sulit juga hahahaha

Akhirnya, saya kembali merenung dan berpikir. Sepertinya menjahit ini menarik juga untuk dipelajari. Gak usah muluk-muluk dulu targetnya deh. Minimal bisa memperbaiki pakaian sendiri. Itu dulu aja.

Bismillah saya tekadkan kembali untuk belajar menjahit dari nol. Saya tidak mau melewatkan masa-masa sulit ini begitu saja. Saya harus mengukir sejarah ini di blog.

Kenapa harus blog? kenapa gak sosmed?

Prioritas saya saat ini menulis di blog saja deh ya. Lebih nyaman aja. Karena saya juga dulu pernah hobi ngeblog sampai keterima Adsense dan pernah menghasilkan juga beberapa ratus ribu hasil dari jasa ngeblog.

Kenapa gak diterusin aja blognya?

bosan wkwkwk

Kalau hanya ngeblog yang isinya curhatan terselubung aja kurang dirasakan manfaatnya sama keluarga kecil saya hehehe. Kalau ngeblog sambil menjahit kan sekiranya saya gak bisa menghasilkan diluar tapi bisa bermanfaat untuk keluarga saya disini. Misal memperbaiki baju anak dan suami misalnya, bikin gorden sendiri, bikin sarung bantal sendiri, dll Lebih berasa aja gitu manfaatnya. Ya, semua juga bermanfaat, ini soal plihan hidup manusia masing-masing sih ya.....

Udah cukup nulisnya, yuk siapin alat tempur untuk menjahitnya di tulisan aku berikutnya .......

terima kasih